11 4 / 2014

We are best friend.
We share happiness, sadness, time, food, attention, love story, life story, knowledge, discussion, and many more.
Today, we declare who is the first among us publishing International Journal as first author. The competition is started from now untill the entire of our life.
Here we are, soon known as
Labibah Qotrunnada (left): expert on tropical disease, malaria, histology, and molecular biology.
Diny Hartiningtias (right): expert on forest dynamics, conservation, ecology, and plant science.

We are best friend.

We share happiness, sadness, time, food, attention, love story, life story, knowledge, discussion, and many more.

Today, we declare who is the first among us publishing International Journal as first author. The competition is started from now untill the entire of our life.

Here we are, soon known as

Labibah Qotrunnada (left): expert on tropical disease, malaria, histology, and molecular biology.

Diny Hartiningtias (right): expert on forest dynamics, conservation, ecology, and plant science.

27 3 / 2014

Soon will be visiting you, Bromo. 

Photo by Si Ganteng :p

06 3 / 2014

earth-song:

Indonesian traditional childrens games by ~riorr

20 2 / 2014

neuromorphogenesis:

The Science Of Mental Illness

by bestmastersinpsychology

(via thescienceofreality)

20 2 / 2014

tedx:

Beware of The Blob! In this talk from TEDxToulouse, biologist Audrey Dussutour uncovers the mystery of myxomycota — a.k.a. le blob — the fascinating blob organism whose unicellular structure betrays a surprising personality.

Learn more about the blob here»

(Photos: Audrey Dussutour, annetanne, wild-eyes, nein09, Phlilcha, Stu Phillips)

Cool!

13 2 / 2014

scienceyoucanlove:

Close-up of a cell infected with HIVElectron micrograph of HIV particles (pink) budding from the membrane of a host cell. HIV (human immunodeficiency virus) attacks CD4+ T-lymphocytes (specialised white blood cells), which are crucial in the body’s immune system. It enters the cell and makes many copies of itself, which then destroy the cell as they emerge through its membrane. This severely weakens the immune system, causing AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).There is still no cure for AIDS, recent hopeful tests of supposedly healed patients have turned into a bitter loss and a re-infection.Image by Thomas Deerinck
source

scienceyoucanlove:

Close-up of a cell infected with HIV

Electron micrograph of HIV particles (pink) budding from the membrane of a host cell. HIV (human immunodeficiency virus) attacks CD4+ T-lymphocytes (specialised white blood cells), which are crucial in the body’s immune system. 

It enters the cell and makes many copies of itself, which then destroy the cell as they emerge through its membrane. This severely weakens the immune system, causing AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).
There is still no cure for AIDS, recent hopeful tests of supposedly healed patients have turned into a bitter loss and a re-infection.

Image by Thomas Deerinck

source

(via thescienceofreality)

13 1 / 2014

earth-song:

Find out how incredibly intelligent plants really are; not only can they smell, hear and touch - they even store memories! 

Sorry vegetarians!

Sorry fruit, I eat you a lot. Perhaps make u hurt :’(

13 1 / 2014

"Kata siapa seorang ilmuwan tidak bisa kaya? Sebenarnya, aset utama seorang ilmuwan adalah ilmu pengetahuan. Kalau mau kaya, ya harus pintar. Dengan kepintaran kita, kita bisa punya banyak grant, melakukan banyak penelitian, kita bisa jadi lebih tau banyak hal, dan tentunya banyak uang. Hehehe :p Jadi kalau mau kaya, ya harus pintar."

13 1 / 2014

Halo!

Sudah lama gak update tentang kegiatan sehari-hari. Kemarin, saya dan teman saya Odyt main sama anak-anak kecil lagi. Kali ini saya jadi volunteer untuk nemenin adik adik panti asuhan nonton bareng di Pondok Indah Mall. Nama kegiatannya 1 Kakak 1 Adik. Kita nonton film Princess, Bajak Laut, dan Alien. Waktu nonton film juga bareng sama artisnya. Filmnya seru! Anak-anak banget. Pesannya juga gampang dicerna.

I’m so happy :D :D :D

24 12 / 2013

SOME OF FAVORITE SPOTS IN EIJKMAN INSTITUTE FOR MOLECULAR BIOLOGY

Sejak pertengahan November 2013 lalu, saya mulai bekerja di Eijkman Institue (EI). EI ini adalah lembaga riset di bidang kedokteran molekuler. Beberapa penelitiannya seperti forensik, malaria, thallasemia, dengue, hepatitis, virus, dan lain-lain. Kalau saya cerita tentang Eijkman dari segi risetnya, mungkin terlalu panjang. Nanti saya bikin tulisannya sendiri. Hehe.

Selain riset yang sangat menarik, saya suka banget sama arsitektur interiornya. Saya bisa bilang Eijkman itu vintage, classic, elegant, dan smart. Saya coba iseng-iseng foto dengan kamera HP saya. Makanya hasilnya kurang bagus. Gemes banget sebenernya pengen foto di setiap sudut dari Eijkman.

Singkat cerita, Eijkman dulu ini adalah Lembaga Riset Kedokteran yang didirikan oleh peraih Nobel di Bidang Kedokteran yang bernama Christian Eijkman. Lembaga ini sudah berdiri sejak jaman penjajahan Belanda dulu. Namun, penelitian di Eijkman ini sempat berhenti beberapa tahun. Kemudian dibuka lagi atas perintah BJ Habibie pada tahun 1992. Ah, terima kasih Pak Habibie :D

Hebatnya, para Profesor di EIjkman yang ada saat ini, tidak ingin bangunan ini dipugar. Tetap dirawat dan ditonjolkan bagian-bagian yang menjadi ciri klasik dari Lembaga ini. 

Terima kasih Eijkman :D

24 12 / 2013

HOUSE OF SAMPOERNA SURABAYA

Museum ini adalah salah satu tempat yang saya rekomendasikan kalau main ke Surabaya. Isinya benda-benda peninggalan perusahaan Sampoerna dari awal didirikan. Nah, yang saya suka dari museum ini adalah rapi, bersih, dan terawat. Gak menimbulkan kesan menyeramkan, seperti yang saya alami kalau ke Museum di Jakarta Kota. Hehehe.

Makasih, Pacar, udah kirimin foto-foto lain di House of Soampoerna ini. Makin cinta sama Surabaya :)

02 12 / 2013

23pairsofchromosomes:

Farming…fungus?
Humans think they’re so smart, giving themselves credit for inventing stuff like the the wheel, fire, and agriculture. Well think again, because we’re not the first to invent farming. Cultivation of crops for nourishment has evolved a few times among eukaryotes. The best known examples include ants, termites, beetles, and, around 10,000 years ago, humans. It turns out that the soil fungus Morchella crassipes acts as a bacterial farmer, involving habitual planting, cultivation and harvesting of bacteria.
It’s fairly obvious what the fungus gets out of this arrangement – it’s in it for all the lovely reduced carbon those tasty bacteria provide. But what about the bacteria – do they get some benefit from the arrangement? It seems that they might. Soil is not the easiest medium for cells to disperse in, and by using the fungal hyphae as a sort of motorway network, this would seem to be more of a mutualistic arrangement, albeit one in which some of the cells wind up as lunch for the farmer.
(Source)

23pairsofchromosomes:

Farming…fungus?

Humans think they’re so smart, giving themselves credit for inventing stuff like the the wheel, fire, and agriculture. Well think again, because we’re not the first to invent farming. Cultivation of crops for nourishment has evolved a few times among eukaryotes. The best known examples include antstermitesbeetles, and, around 10,000 years ago, humans. It turns out that the soil fungus Morchella crassipes acts as a bacterial farmer, involving habitual planting, cultivation and harvesting of bacteria.

It’s fairly obvious what the fungus gets out of this arrangement – it’s in it for all the lovely reduced carbon those tasty bacteria provide. But what about the bacteria – do they get some benefit from the arrangement? It seems that they might. Soil is not the easiest medium for cells to disperse in, and by using the fungal hyphae as a sort of motorway network, this would seem to be more of a mutualistic arrangement, albeit one in which some of the cells wind up as lunch for the farmer.

(Source)

(via thescienceofreality)

16 11 / 2013

Malam itu, sembari nungguin temen saya yang lagi fitnes, saya nangis sesenggukan sendirian di Starbucks Margocity. Sampe agak malu sih air mata beleberan karena malu minta tisu. Hehehe. Jadi ceritanya malam itu, saya sedang membuat draft surat pengunduran diri saya sebagai asisten Dr. Jatna Supriatna. Alasan saya mengundurkan diri, adalah karena saya di terima di Institusi Biologi Molekuler Kedokteran, Eijkman Institute. Saya begitu terkesan bekerja dengan beliau, Ilmuwan terbaik nomor satu di Indonesia.

***

Saya merasa beruntung sekali bisa menjadi asisten beliau. Orang penting di dunia ini, siapa yang tidak kenal Dr. Jatna Supriatna. Saat saya kuliah dulu, saya tidak pernah mengambil mata kuliah beliau. Ya, maklum lah mungkin karena saya dulu ini kurang tertarik sama Biologi Konservasi, Ekologi Restorasi, dan Primatologi. Menurut pengalaman teman-teman saya yang pernah mengambil mata kuliah Pak Jatna, seumur-umur mereka cuma pernah diajar Pak Jatna sekali pertahun atau persemester. Beliau memang sibuk luar biasa, jadi kuliah-kuliah yang lain biasanya diajar oleh asisten-asisten senior di Biologi. Menurut pengalaman teman-teman saya, kuliah dengan Pak Jatna itu sangat mahal. Saking kerennya beliau, kuliah dengan beliau pasti dinanti-nanti dan membuat tercengang. Bagaimana tidak, kuliah diajarkan dengan orang yang paling ahli.

Memang, saya tidak pernah mengambil mata kuliah beliau, namun saya tetap merasakan kekerenan beliau. Pada tahun 2011 lalu, beliau menerima peghargaan dari Achmad Bakrie Award ke IX untuk bidang ilmu sains. Penghargaan diberikan kepada beliau atas kontribusinya yang luar biasa dalam memajukan ilmu Biologi di negeri ini khususnya dalam bidang ilmu Biologi Konservasi, Ekologi Restorasi, dan Primatologi. Beliau juga pernah menerima penghargaan BJ. Habibie Awards pada tahun 2010, sama, atas kegigihan beliau memajukan ilmu pengetahuan. Satu lagi, beliau juga pernah mendapat penghargaan dari Pemerintahan Belanda karena hal yang sama. Saya dan teman-teman saya di kampus dulu, juga pernah memberikan beliau sebagai Ilmuwan Biologi terinspiratif di acara MIPA Untuk Negeri tahun 2011.

***

Pengalaman pertama saya berinteraksi dengan beliau adalah saat bertemu beliau di lift rektorat. Beliau memang sekarang dipercaya sebagai direktur Pusat Riset Perubahan Iklim di UI. Waktu itu beliau bilang begini dengan teman-teman sebaya saya di lift,

“Saya lagi butuh asisten, nih. Ada nggak teman kalian yang baru lulus, belum kerja, dan bahasa Inggrisnya bagus”

Tanpa pikir panjang, saya langsung angkat tangan di dalam lift,

“Saya Pak!”

Itu momen pertama saya ngobrol sama Pak Jatna, dan berhasil membuat beliau krik krik. Hahaha mungkin itu memang hal memalukan, dan saya mungkin diblacklist karena norak. Hahaha :p

***

Hari itu, akhirnya saya benar-benar dipanggil Pak Jatna untuk menjadi asisten beliau. Senangnya bukan kepalang. Officially, saya membantu beliau di project UN SDSN dan nerjemahin buku beliau.

Ada beberapa hal yang membuat saya terharu dan semakin nyaman bekerja dengan beliau. Beliau ini, apabila berkumpul dengan saya dan dua asisten junior lain, selalu bercerita tentang pentingnya Ilmu Biologi. Beliau selalu memberi motivasi asisten-asisten juniornya untuk terus maju. Gak heran, sih. Tidak ada satupun mantan asisten beliau yang menjadi orang keren di Indonesia.

Pernah suatu hari di kantor, beliau sedang mengecek pekerjaan kami. Beliau sambil bercerita dengan semangat bahwa beliau dihadiahi buku oleh Thomas L Friedman yang berjudul Hot, Flat, and Crowded yang ditulisnya sendiri.  Friedman adalah penulis beberapa buku New York Time Best Seller, di buku yang ia berikan langsung ke Pak Jatna, Friedman menulis satu bab sendiri tentang Pak Jatna. Saya bisa merasakan tatapan haru dan bangga dari sorot mata Pak Jatna. Seperti seorang Bapak yang menceritakan kisah suksesnya kepada anak-anaknya. Saya juga ikut terharu.

 ***

Pengalaman mengesankan lain saat bersama beliau adalah saat saya menerjemahkan Action Plan UN SDSN yang akan dibaca oleh Presiden SBY. Saya merasa udah mentok banget sama pekerjaan saya. Menerjemahkan dokumen dari bahasa Inggris formal ke Indonesia menurut EYD lebih susah daripada sebaliknya. Sudah berapa kali beliau menyempatkan diri memeriksa pekerjaan saya di sela-sela kesibukan beliau

“Kamu ini gimana, sih? Besok mau dicetak masih aja jelak begini tulisannya.”

Saya langsung terdiam. Saya merasa sangat bodoh dan tidak profesional dalam melaksanakan pekerjaan saya.

“Iya Bapak, saya merasa kesulitan mengerjakan terejemahan ini.”

“Yasudah saya bawa pulang saja, masih banyak ini yang harus direvisi. Malu saya nanti sama Pak Presiden. Besok pagi jam 6 tolong diambil ya ke rumah saya. Karena jam 7 pagi saya ada rapat di Bogor. Sekarang saya buru-buru ada agenda lain.”

“Baik, Pak”

Ya Allah, saya makin malu dan merasa bersalah karena harus merepotkan Pak Jatna.

Besoknya, jam 6 pagi Mbak Maya, sang sekretaris, menelpon supir Pak Jatna untuk menanyakan dokumen yang sedang beliau revisi. Dan ternyata pagi itu beliau masih menyelesaikan revsian sebelum rapat ke Bogor.

Sekitar pukul lima sore, saya ditelpon beliau untuk janjian ketemuan untuk membahas revisian . Saya dan asisten yang lain tiba bersamaan di depan pintu kafe tempat kita janjian, dan melihat wajah Pak Jatna yang pucat karena kecapekan. Saya langsung lari dan salim ke beliau. Seperti anak perempuan yang gembira karena ayahnya datang dari kerja.

“Bapaaaaaak, Bapak kelihatan capek sekali.”

“Iya, ini gara-gara kamu nih, saya jadi begadang sampai jam dua pagi”

Deg. Saya langsung speechless. Saya telah membuat beliau begadang karena kerjaan saya yang tidak beres. Saya langsung mengeluarkan raut muka rasa bersalah.

“Maafkan saya Pak, sudah sangat merepotkan Bapak.”

“Tidak apa-apa. Saya kan jadi merasa bertanggung jawab terhadap kamu.”

Saya pun makin terharu mendengar beliau mengatakan hal itu kepada saya.

***

Pagi itu, setelah saya akhirnya mengirimkan surat pengunduran diri saya, secara tidak sengaja, saya bertemu Pak Jatna di lift rektorat.

“Bapak, maaf Pak. Bapak sudah baca email saya?”

“Oh sudah, bagus itu kamu kerja di sana. Eijkman kan bagus itu. Saya juga suka kerjasama dengan Eijkman untuk analisis genetik dari keanekaragaman hayati. Yang penting kamu tetap konsisten di belajar, ya.”

“Iya Bapak, saya ijin mulai Senin depan kerja di Eijkman ya Pak.”

“Iya, Good Luck ya. Terima kasih sudah bantu saya”

Pak Jatna langsung pergi meninggalkan rektorat. Saya masuk lift lagi. Sendirian. Yah, terharu dan menangislah saya. Karena akhirnya saya memilih Eijkman daripada Pak Jatna. Pilihan yang sulit. Yang sempat membuat  saya bimbang setengah mati selama kurang lebih satu bulan.

Aduh Bapak, terima kasih atas semua inspirasimu. Saya berjanji akan terus belajar. Dan selalu ingat pesanmu,bahwa Ilmu Biologi sangat penting.

Semoga engkau selalu dirahmati Allah…

 

15 11 / 2013

Membahagiakan banget hidup kayak gini. Hahaha :D

(via auliabulkia)

15 11 / 2013

Lagi lagi, saya selalu berpikir bahwa Surabaya itu punya banyak kemiripan dengan Jakarta. Mulai dari sama-sama kota besarnya, sama-sama pusat perbelanjaannya, sama-sama pusat perkantorannya, bahkan sampai sama-sama punya tempat bersejarah yang masih beroperasi sampai sekarang.

Kalau di Jakarta terkenal dengan Ragusa Ice Cream yang terletak di dekat Monas sana, di Surabaya juga ada toko Ice Cream kuno yang terkenal dari jaman dulu. Nama tokonya Zangrandi Ice Cream yang terletak di dekat Balai Kota Surabaya. Sesuai yang tertulis di buku menunya, Zangrandi Ice Cream ini telah didirikan sejak tahun 1930.

Saya selalu merasa Surabaya di malam hari itu romantis. Seperti di Zangrandi Ice Cream pada malam hari ini. Tempatnya juga kalau menurut saya sangat nyaman, luas, dan pelayanannya yang baik. Untuk menu Ice Cream dan harganya, sebenernya tidak jauh beda dengan Ragusa yang ada di Jakarta.

Waktu itu saya ke sana, tempatnya rame banget. Bahkan saya sampai agak ngantri untuk dapet tempat duduk. Setelah duduk, saya memesan Tuti Fruti Ice Cream. Itu Ice Cream yang pertama dikenal di Zangradi. Rasanya Ice Cream Raspberry sama topping buah-buahan. Pacar saya waktu itu pesan, apa ya lupa namanya. Sejenis Avocado Ice Cream gitu. Keduanya menarik bentuknya, hehe. Kalau untuk tekstur Ice Creamnya, lebih lembut Ragusa sih sebenernya.  

Sayangnya waktu itu saya lagi ngomongin hal serius sih. Jadinya gak sempet foto-foto. Dua foto ini saya ambil dari google. Hehehe.

Selamat mampir ya ke Zangrandi Ice Cream! :D